Ibu dan Internet

Faiz Akbar Abdullah. Tangisan pertamanya terdengar di sepertiga malam terakhir 25 Januari tahun lalu. Sejak itu pula saya menyandang status sebagai Ibu. Selama hampir satu tahun saya merasakan begitu berwarna-warninya hidup ini. Ternyata menjadi ibu betul-betul penuh tantangan. Tidak sekedar dalam mengasuh bayi kecil saya tapi juga sekaligus sebagai istri, manajer rumah tangga, dan pekerja. Dalam menjalani itu semua saya membutuhkan ilmu yang tak henti-hentinya perlu saya pelajari, komunitas yang akan membantu saya kelak, dan tentu saja sebuah hiburan. Internetlah yang kemudian mengantarkan saya memperoleh itu semua.

Internet dan komunitas.

Saya menikah di usia yang relatif muda, 22 tahun. Masih sedikit teman seangkatan saya yang telah berkeluarga. Seorang Ibu seperti saya sungguh membutuhkan teman seperjuangan yang bisa diajak berbagi, tempat bertanya, atau sekedar curhat. Awalnya bingung, mau ngajak ngobrol siapa ya? Teman-teman saya menikah saja belum. Untungnya saya diperkenalkan dengan sebuah milis asiforbaby. Dari sanalah saya menemukan komunitas yang tepat untuk bisa saling bertukar informasi dengan sesama bunda. Mulai dari membuat ASI Perah, mengatasi anak susah makan, sampai rekomendasi dokter yang RUM dan pro ASI. Setiap saya menemukan masalah dalam pengasuhan bayi saya, saya tinggal mengirimkan email dan sharing dari sesama Ibu pun saya peroleh. Ketika saya sedang merasa lelah dalam memberikan ASI eksklusif bagi bayi saya, seketika saya mendapatkan support luar biasa dari mereka. Internet membuat saya berinteraksi dengan para ibu muda walau tanpa bertatap muka sekalipun.

Internet sebagai alat bantu bekerja

Internet memungkinkan saya untuk menghabiskan waktu kerja saya di rumah. Saya pun bisa menyesuaikan jam kerja saya dengan jam Faiz. Internet pula yang memberi jalan bagi saya dan suami untuk memulai berwirausaha. Ketika saya mendapatkan klien dari negeri Belanda, saya tidak perlu jauh-jauh ke sana. Cukup berkomunikasi dengan email, semua proses negosiasi dan pengumpulan data dilakukan melalui email. Ketika saya perlu berkomunikasi dengan rekan saya di tempat kerja, saya hanya perlu mengkoneksikan laptop saya ke internet dan rapat online pun digelar melalui instant messager. Info-info pekerjaan, peluang bisnis, pemasaran, semua dapat dilakukan melalui website. Saya pun tidak perlu sering-sering meninggalkan anak saya di rumah dan lebih banyak waktu bersama dengan keluarga. Kemudahan ini tidak hanya dirasakan oleh saya, tapi juga para ibu lain. Banyak dari mereka yang membuat toko online untuk berwirausaha menbantu keuangan keluarga. Internet memudahkan siapa saja untuk berkarya selama ia tahu bagaimana memanfaatkannya.

Internet tempat berelaksasi

It’s Me Time! Me time atau waktu untuk diri sendiri saya butuhkan ketika saya sudah merasa lelah. Kehadiran social media seperti Facebook dan Twitter menjadi hiburan tersendiri bagi saya setelah berjibaku dengan segala pekerjaan. Mengobrol dengaan teman-teman, browsing, terlibat dengan diskusi dengan tema yang sedang hangat di twitter menjadi hiburan tersendiri bagi saya. Begitupun dengan Faiz yang mulai beranjak balita. Bernyanyi bersama dengan Faiz dilakukan dengan menyanyikan lagu anak-anak yang diperoleh di internet ditemani dengan tokoh kartun yang ia senangi.

Masih banyak yang bisa dilakukan melalui internet. Browsing dan membaca portal tertentu dapat menambah ilmu. Berbelanja dapat dilakukan ditoko online sehingga menghemat cukup waktu. Sebelum memasak di rumah pun bisa mencari resepnya dulu di internet. Miskomunikasi dengan suami? bisa dicari solusinya juga di internet. Walaupun demikian, sebesar apapun manfaat internet bagi saya sebagai seorang Ibu, saya harus tetap mengingat bahwa kehidupan nyata saya tetaplah di sini, di rumah bersama suami tercinta dan Faiz. Jangan sampai terlalu asyik berselancar di internet tapi suami dan anak lupa diurusin 🙂 Internet bagaimanapun akan bermanfaat positif bagi siapa saja termasuk para Ibu. Semoga saja biaya internet makin murah dan jaringan diperluas sehingga manfaat positif internet tidak hanya bisa dimanfaaatkan para ibu di perkotaan tapi juga mereka yang tinggal di pelosok.

  • admin

    nice post